Memasuki hari terakhir tahun 2022, kembali kami menuliskan apa yang kami lihat menjadi geliat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional. Hal ini sangat erat terkait dengan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) dimana kami bernaung.

No alt text provided for this image

Memasuki awal tahun 2022, dalam masa pandemi dan dihantui sulitnya supply chain IT, maka gerak IT Indonesia tidak banyak bisa diandalkan. Namun sepanjang tahun 2021 di masa pandemi, banyak pengusaha IT telah melakukan terobosan dan gerakan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. Maka meskipun kesulitan untuk mendapatkan barang IT sepanjang tahun 2022, para pengusaha telah menyesuaikan strategi bisnis mereka menjadi lebih dinamis.

1. Hardware To Services.

Mungkin para pemain di bidang hardware (perangkat keras) yang paling mendapatkan tekanan berat semenjak 2021, namun dengan menyesuaikan bidang mereka ke jasa maka mereka umumnya bisa melewati tahun 2022. Dengan mengandalkan jasa, sebagian besar perusahaan dapat bertahan.

2. Online Marketplace Distributor.

Tidak sedikit juga para pengusaha yang merubah strategi marketing dan jualan mereka menggunakan media online. Kami mencatat gerakan dari para distributor besar yang akhirnya membuka toko online mereka. Strategi ini semakin memperkuat mereka akan menghilangkan mekanisme Main Dealer yang ada di kota-kota besar Indonesia.

3. System Integrator Goes To Marketplace.

Kami juga melihat semakin banyak sistem integrator menggunakan media online, mulai dari facebook, Instagram dan Linkedin selain menggunakan website. Banyak juga yang secara aktif menjual melalui online marketplace besar, melalui Tokopedia dan Blibli menjadi pilihan utama mereka.

4. Cloud dan SaaS.

Tidak dapat dipungkiri, pandemi menjadi trigger besar bagi pengembangan dan penggunaan cloud di Indonesia. Selain cloud, Software As A Service juga memiliki masa kejayaan. Banyak perusahaan software akhirnya melepas versi SaaS mereka untuk market Indonesia. Dan ini kita lihat tidak hanya di Indonesia, secara global pun sangat jelas. Microsoft, Google, AWS menjadi leader di market Indonesia, dibayangi oleh pemain lain seperti Alibaba. Kami juga melihat banyak pemain baru yang mencoba masuk market Indonesia, seperti Huawei, Tencent, selain tentunya pemain cloud lokal. Pemain cloud lokal juga tumbuh banyak luar biasa, mencoba meraih market besar Indonesia dengan layanan versi mereka.

5. Robot Process Automation.

RPA mendapatkan momentumnya. Terutama ketika pemerintahan mulai melirik perlunya otomatisasi, menggantikan semwarutnya sistem pemerintahan. Hingga akhirnya di ujung tahun 2022, peraturan arsitektektur SPBE keluar, memperjelas semua peran dalam software dan sistem IT pemerintahan. Tapi di sektor swasta, RPA telah merajai sejak 2020, terutama di sektor finansial.

6. Artificial Intelligence.

AI bukan hal baru, karena sejak 2019, Indonesia sudah punya Strategi Nasional AI, meskipun tidak jelas jalannya hingga sekarang. Namun di sektor swasta, kombinasi SaaS + AI menguasai banyak implementasi AI di Indonesia. Dan di ujung tahun 2022, semakin jelas polanya, SaaS AI menjadi pilihan. Swasta sangat tertarik hal ini karena tidak perlu implementasi dengan biaya besar lagi, semua bisa pola sewa pakai.

7. Cyber Security On Spotlight.

Cybersecurity selalu mengingatkan kita akan tokoh virtual Bjorka. Tokoh ini akhirnya menggebrak meja DPR yang lambat mengeluarkan peraturan PDP dan lainnya terkait keamanan siber negara kita. Maka layak disebut cybersecurity spot light, karena membuka mata kita semua. Maka industri seputar cyber security pun berkembang pesat. APTIKNAS sendiri merintis APTIKNAS Cyber Security Chapter sejak 2020, dan bekerjasama secara regional ASEAN untuk memperkuat strategi cyber security. BSSN selalu akan menjadi kiblat dibayangi Kominfo yang mempersiapkan segala aturan keamanan siber. Keduanya seolah berebut tahta pengelolaan cyber security. Kita segera berharap adanya lembaga independen yang mengurusi PDP kita. APTIKNAS sendiri mengadakan Expo National Cybersecurity Connect pertama tahun 2022, memperjelas posisi APTIKNAS dalam peta cyber security Indonesia.

8. Virtual Reality to XR

Tahun 2022 kita diperkenalkan lebih banyak tentang XR, bukan hanya VR. VR, AR sudah ada hampir lima tahunan, cuma implementasinya belum banyak . XR sekarang lebih sering kita dengar. Dan ini sangat penting untuk perkembangan IT Indonesia.

Semua hal diatas juga semakin manis di akhir tahun. Dengan dikeluarkannya peraturan UU No.132 tentang Arsitektur SPBE. Dimana didalamnya merangkum banyak hal yang diperlukan untuk strategi IT Nasional Indonesia. Demikian juga PP 59 tentang PERKOTAAN yang juga dikeluarkan akhir tahun, membantu memperjelas strategi Smart City di Indonesia.

APTIKNAS dengan konsentrasi Digital Talent, Smart City + Industry 4.0, Cyber Security dan tentu saja IT Marketplace sangat bersemangat meninggalkan tahun 2022 dengan berbagai kesulitan dan peluangnya, serta menyambut tahun 2023 dengan penuh semangat untuk terus mengembangkan IT Indonesia.

Penulis: Fanky Christian, Sekjen APTIKNAS

Recommended Articles

Leave a Reply