{"id":7315,"date":"2025-12-31T02:49:59","date_gmt":"2025-12-31T02:49:59","guid":{"rendered":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/?p=7315"},"modified":"2026-05-05T07:41:48","modified_gmt":"2026-05-05T07:41:48","slug":"strategi-2026-sni-8799-harus-diterapkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/2025\/12\/31\/strategi-2026-sni-8799-harus-diterapkan\/","title":{"rendered":"Strategi 2026: SNI 8799 harus diterapkan"},"content":{"rendered":"<p>Satu pertanyaan yang seringkali saya temukan di lapangan &#8220;mengapa standard SNI 8799 Pusat Data tidak banyak diterapkan?&#8221; . SNI 8799 Pusat Data belum digunakan secara luas oleh perusahaan di Indonesia bukan karena tidak relevan, tetapi karena ada gap besar antara regulasi, pasar, dan praktik industri data center.<\/p>\n<h3>Tidak Pernah Menjadi &#8220;Regulatory Trigger&#8221;<br \/>\nDi Indonesia, standar baru akan dipakai kalau memenuhi salah satu ini:<\/h3>\n<ul>\n<li>diwajibkan regulator,<\/li>\n<li>diminta di tender,<\/li>\n<li>disyaratkan auditor atau klien besar.<\/li>\n<\/ul>\n<h4>SNI 8799 Pusat Data tidak pernah disebut eksplisit dalam:<\/h4>\n<ul>\n<li>Peraturan \/ perundangan terkait data center , kecuali mungkin terkait IKN<\/li>\n<li>regulasi Kominfo,<\/li>\n<li>aturan OJK,<\/li>\n<li>regulasi BSSN,<\/li>\n<li>dokumen tender pemerintah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Akibatnya:<\/p>\n<pre>\u201cTidak ada risiko bisnis jika tidak pakai.\u201d<\/pre>\n<h3>Industri Data Center Indonesia Sudah \u201cTerkunci\u201d Standar Global<\/h3>\n<p>Operator data center di Indonesia (enterprise &amp; colocation) sudah mapan dengan standar global:<\/p>\n<p>Kebutuhan Pasar Standar yang Dipakai<\/p>\n<ul>\n<li>Availability &#8211; Uptime Institute Tier<\/li>\n<li>Security &#8211; ISO 27001<\/li>\n<li>Operations &#8211; ISO 22301, ISO 20000<\/li>\n<li>Client global &#8211; TIA-942, ANSI<\/li>\n<\/ul>\n<pre>\ud83d\udccc SNI 8799 datang terlambat ke pasar yang sudah standardized secara global.<\/pre>\n<p><strong>Klien Tidak Pernah Menanyakan SNI 8799<\/strong><\/p>\n<h3>Realita lapangan:<\/h3>\n<ul>\n<li>Klien bertanya: \u201cTier berapa?\u201d \u201cISO 27001 ada?\u201d \u201cDR site di mana?\u201d<\/li>\n<li>Tidak pernah: \u201cApakah sudah SNI 8799?\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam bisnis data center:<\/p>\n<pre>Standar yang tidak diminta klien = biaya tambahan tanpa ROI.<\/pre>\n<h3>Tidak Ada Ekosistem Pendukung<\/h3>\n<p>Berbeda dengan ISO \/ Uptime:<\/p>\n<ul>\n<li>ada auditor,<\/li>\n<li>ada konsultan,<\/li>\n<li>ada training,<\/li>\n<li>ada sertifikasi SDM,<\/li>\n<li>ada tooling yang align.<\/li>\n<\/ul>\n<p>SNI 8799:<\/p>\n<p><strong>hampir tidak kelihatan ada:<\/strong> konsultan spesialis, auditor terakreditasi, tools assessment, studi kasus publik.<\/p>\n<p>Akibatnya:<\/p>\n<pre>\u201cSulit diimplementasikan, sulit dipertahankan.\u201d<\/pre>\n<h3>Overlap dengan ISO &amp; TIA \u2192 Dianggap Redundant<br \/>\nBanyak CIO melihat SNI 8799 sebagai:<\/h3>\n<ul>\n<li>duplikasi ISO 27001 (security),<\/li>\n<li>duplikasi TIA-942 (infrastruktur),<\/li>\n<li>duplikasi ISO 22301 (continuity).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tanpa positioning yang jelas:<\/p>\n<pre>\u201cKenapa harus tambah satu standar lagi?\u201d<\/pre>\n<h3>Tidak Dibundel dengan Produk &amp; Solusi Nyata<br \/>\nStandar akan hidup kalau:<\/h3>\n<ul>\n<li>dibawa vendor,<\/li>\n<li>jadi bagian proposal,<\/li>\n<li>melekat ke produk.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh sukses:<\/p>\n<ul>\n<li>ISO 27001 \u2192 SIEM, SOC, GRC<\/li>\n<li>Tier \u2192 desain data center<\/li>\n<\/ul>\n<p>SNI 8799:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<pre><strong>tidak pernah dibundle dengan:<\/strong> DCIM, NMS, EWS, managed services.<\/pre>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Fokus Industri Masih ke Build, Bukan Govern<br \/>\nMayoritas DC Indonesia:<\/h3>\n<ul>\n<li>fokus: build cepat, scale MW, kejar hyperscaler.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Governance &amp; national resilience:<\/p>\n<ul>\n<li>dianggap: urusan regulator, bukan value jualan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Ringkasan Singkat<br \/>\nSNI 8799 Pusat Data belum dipakai karena:<\/h3>\n<ol>\n<li>Tidak diwajibkan regulator<\/li>\n<li>Tidak diminta klien<\/li>\n<li>Kalah kuat dari standar global<\/li>\n<li>Tidak ada ekosistem audit &amp; konsultan<\/li>\n<li>Overlap dengan ISO\/TIA<\/li>\n<li>Tidak embedded di produk<\/li>\n<li>Tidak punya positioning bisnis<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Tapi Justru Ini Peluang Besar (Strategic Insight)<\/h3>\n<p>Dalam konteks Indonesia 2025\u20132030, SNI 8799 <em>seharusnya<\/em> diposisikan ulang sebagai:<\/p>\n<h4>\ud83c\uddee\ud83c\udde9 Standar Ketahanan Digital Nasional<\/h4>\n<p>Bukan pengganti ISO, tetapi:<\/p>\n<ul>\n<li>pelengkap <strong>data sovereignty,<\/strong><\/li>\n<li>fondasi <strong>early warning system,<\/strong><\/li>\n<li>baseline <strong>critical infrastructure,<\/strong><\/li>\n<li>standar <strong>DC untuk sektor publik &amp; BUMN.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kami mau katakan, banyak pihak telah mendorong SNI 8799 ini untuk diterapkan. Mulai dari IDPRO, APTIKNAS, TUV, dan mungkin juga kita lihat banyak pelatihan untuk ini, tapi selama belum menjadi &#8220;kewajiban&#8221;, ini tidak akan dikenal dan digunakan oleh perusahaan dan instansi.<\/p>\n<p>Maka tugas kita bersama untuk terus menggalakkan, mendorong dan mengimplementasikan standar SNI 8799 yang telah kita bangun dan miliki bersama.<\/p>\n<p>Tetap semangat membangun IT Indonesia.<\/p>\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/strategi-2026-sni-8799-harus-diterapkan-fanky-christian-g3mjc\/\">https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/strategi-2026-sni-8799-harus-diterapkan-fanky-christian-g3mjc\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu pertanyaan yang seringkali saya temukan di lapangan &#8220;mengapa standard SNI 8799 Pusat Data tidak banyak diterapkan?&#8221; . SNI 8799 Pusat Data belum digunakan secara luas oleh perusahaan di Indonesia bukan karena tidak relevan, tetapi karena ada gap besar antara regulasi, pasar, dan praktik industri data center. Tidak Pernah Menjadi &#8220;Regulatory Trigger&#8221; Di Indonesia, standar baru akan dipakai kalau memenuhi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-7315","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7315"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7407,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7315\/revisions\/7407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}