{"id":3425,"date":"2022-06-22T04:38:00","date_gmt":"2022-06-22T04:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/?p=3425"},"modified":"2022-06-22T04:40:38","modified_gmt":"2022-06-22T04:40:38","slug":"ragam-dukungan-aptiknas-dalam-mengawal-transformasi-digital-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/2022\/06\/22\/ragam-dukungan-aptiknas-dalam-mengawal-transformasi-digital-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Ragam Dukungan APTIKNAS dalam Mengawal Transformasi Digital di Indonesia"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3427\" src=\"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Screenshot_7-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"645\" height=\"361\" srcset=\"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Screenshot_7-300x168.jpg 300w, https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Screenshot_7-768x431.jpg 768w, https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Screenshot_7-100x56.jpg 100w, https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Screenshot_7.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 645px) 100vw, 645px\" \/><\/p>\n<p><em>\u201cKarena menurut saya sekarang ini, kalau tidak kita sendiri yang bergerak dan melakukan berbagai sosialisasi, pengayaan, pendampingan. Lalu siapa lagi?\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>APTIKNAS, atau Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, melihat bahwa potensi Indonesia bertransformasi digital sangatlah besar. Pandangan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia salah satu negara yang diperhitungkan dalam kancah digital. Namun pertanyaannya, bagaimana caranya untuk sampai pada titik tersebut?<\/p>\n<p>Fanky Christian, Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta, menjelaskan kepada DTI-CX* bagaimana APTIKNAS mendukung transformasi digital di Indonesia.<\/p>\n<h2 id=\"dimulai-dari-pembentukan-sdm-digital\"><strong>Dimulai dari Pembentukan SDM Digital<\/strong><\/h2>\n<p>Jauh sebelum program Talenta Digital secara resmi dilakukan oleh pemerintah, APTIKNAS telah terlebih dahulu menjalankannya. \u201cTadinya Talenta Digital itu\u00a0<em>buat\u00a0<\/em>memenuhi kebutuhan SDM di anggota kami sendiri sebetulnya,\u201d awal Fanky menjelaskan.<\/p>\n<p>Setelah menganalisis kebutuhan para anggotanya, barulah APTIKNAS\u00a0<em>cross check<\/em>\u00a0dengan anggota mereka yang lain untuk menanyakan apakah memiliki program yang bisa menjadi solusi atas kebutuhan tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, ada perusahaan tertentu yang perlu bantuan di bidang akuntansi. \u201cOh ternyata di anggota kita banyak juga pengembang aplikasi\u00a0<em>accounting<\/em>,\u201d cerita Fanky. Kemudian, APTIKNAS akan meminta secara resmi perusahaan pengembang aplikasi akuntansi ini untuk membuat program kerja pelatihan. Target pesertanya biasanya adalah anak-anak yang baru lulus SMA atau sederajat.<\/p>\n<p>\u201cNah setelah mereka dilatih, tinggal kita kasih ke anggota kita yang membutuhkan,\u201d jelas Fanky.<\/p>\n<p>Lambat laun, kebutuhan akan SDM Digital tidak hanya muncul dari internal anggota APTIKNAS, namun juga di luar anggota. \u201cMuncul juga kebutuhan dari publik atau dari masyarakat karena mereka sudah mau tidak mau menggunakan teknologi informasi untuk bisa memperbaiki bisnisnya, memperbaiki layanannya,\u201d lanjut Fanky.<\/p>\n<h2 id=\"tetap-jalan-meski-pandemi\"><strong>Tetap Jalan meski Pandemi<\/strong><\/h2>\n<p>Seperti halnya perusahaan atau organisasi lain, saat pandemi datang, APTIKNAS mengubah format program-programnya menjadi virtual. Tidak jarang APTIKNAS menggandeng pihak ketiga untuk menyelenggarakan webinar.<\/p>\n<p>Fanky menjelaskan saat ini APTIKNAS melakukan webinar bersama eventcerdas setiap minggu dan telah menggelar setidaknya hingga 130 seri webinar. Dalam satu bulan, APTIKNAS bisa sampai 8 kali menyelenggarakan webinar dengan berbagai macam pihak.<\/p>\n<p>\u201cJadi menurut saya, ini cara kami mengedukasi publik. Itulah yang selama ini APTIKNAS lakukan dengan berbagai anggotanya,\u201d tukas Fanky.<\/p>\n<h2 id=\"bukan-lagi-di-tahap-pengenalan-dasar\"><strong>Bukan Lagi di Tahap Pengenalan Dasar<\/strong><\/h2>\n<p>Bagi Fanky, masyarakat Indonesia sudah tidak lagi di tataran pengenalan dasar akan apa itu transformasi digital, apalagi bagi mereka yang hidup di kota-kota besar. \u201cYang menjadi kebutuhan menurut saya sekarang ini memang masih banyak yang belum tahu\u00a0<em>how to<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>know how<\/em>-nya. Apa yang harus mereka mulai,\u201d cerita Fanky.<\/p>\n<p>Baik perusahaan atau organisasi besar maupun UMKM sebenarnya sudah menyadari bahwa teknologi informasi bukan lagi berfungsi sebagai\u00a0<em>supporting<\/em>, tetapi sudah berperan sebagai\u00a0<em>backbone<\/em>. APTIKNAS tidak lagi fokus berperan dalam memberi tahu apa pentingnya transformasi digital, namun sudah di tahap membantu agar mereka dapat menemukan cara terbaik menggunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>\u201cInilah menurut saya peran kita sebagai pemain teknologi informasi, untuk membantu akselerasi. Jadi bukan sembarangan memberi solusi yang harganya mahal, yang begitu orang\u00a0 melihat angkanya saja sudah pingsan,\u201d jelas Fanky.<\/p>\n<p>Fanky melalui APTIKNAS konsisten untuk terus mendampingi perusahaan atau organisasi, besar maupun kecil, agar dapat memaksimalkan potensi mereka melalui teknologi informasi.<\/p>\n<h2 id=\"menaruh-perhatian-pada-smart-manufacturing\"><strong>Menaruh Perhatian pada<\/strong><strong><em>\u00a0Smart Manufacturing\u00a0<\/em><\/strong><\/h2>\n<p>Sejak tahun 2019, APTIKNAS telah mengusung\u00a0<em>tagline\u00a0<\/em>Industri 4.0. Sejalan dengan\u00a0<em>tagline<\/em>\u00a0tersebut, APTIKNAS sering menggelar sesi seminar atau webinar dengan tema\u00a0<em>smart manufacturing<\/em>. Bahkan sampai hari ini, webinar mengenai tema tersebut masih rutin digelar per dua hingga tiga bulan.<\/p>\n<p>Salah satu alasan di balik perhatian APTIKNAS akan tema ini adalah karena salah satu kendala yang biasa terjadi di sektor manufaktur, yaitu tidak adanya<em>\u00a0budget\u00a0<\/em>khusus untuk memaksimalkan potensi menggunakan\u00a0<em>smart manufacture<\/em>. Padahal menurut Fanky, tidak harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk menjadikan manufaktur menjadi\u00a0<em>smart manufacture<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cSolusi itu ada yang memang bisa untuk industri yang skalanya besar, ada yang kecil. Kalau industri skala besar, tentu ini sangat masif, komprehensif, dan rumit. Mungkin investasinya pun tidak sedikit. Tetapi semakin ke sini, kita melihat bahwa justru ada model sewa pakai yang tidak perlu melakukan investasi besar,\u201d jelas Fanky.<\/p>\n<h2 id=\"solusi-teknologi-orisinil-indonesia\"><strong>Solusi Teknologi Orisinil Indonesia<\/strong><\/h2>\n<p>Sejalan dengan Aksi Afirmasi Peningkatan Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri (PDN) dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), bicara tentang spesifik\u00a0<em>hardware\u00a0<\/em>buatan Indonesia dalam industri komputer memang tidak banyak. Namun untuk\u00a0<em>software,\u00a0<\/em>Fanky menjelaskan bahwa banyak sekali solusi\u00a0<em>software<\/em>\u00a0yang dikembangkan di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, kami di APTIKNAS selalu menyarankan teman-teman yang menjadi importir produk tertentu dari luar negeri bisa menegosiasikan agar produknya itu bisa dikembangkan juga di Indonesia,\u201d jelas Fanky.<\/p>\n<p>Belum berhasilnya pembuatan\u00a0<em>hardware<\/em>\u00a0asli Indonesia disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya dikarenakan komponen-komponen kecil, prosesor, dan beberapa hal lainnya belum berhasil dikembangkan secara optimal di Indonesia. Investor pun belum ada yang berani menanamkan modal terlalu tinggi walaupun market Indonesia besar.<\/p>\n<p>Sementara dari sisi\u00a0<em>software<\/em>, Fanky menilai bahwa anak-anak muda Indonesia punya potensi. \u201cNah sekarang kan tinggal kita timbang, kita mau lebih fokus ke sesuatu yang sulit menghasilkan, atau kita fokus ke sesuatu yang sangat mudah menghasilkan?\u201d ujar Fanky.<\/p>\n<h2 id=\"mengawal-transformasi-digital-bersama\"><strong>Mengawal Transformasi Digital Bersama<\/strong><\/h2>\n<p>Fanky menutup sesi wawancara ini dengan mengingatkan kembali bahwa transformasi digital bukan lagi sesuatu hal yang menakutkan. \u201cApapun industri Anda, menurut saya saat ini,\u00a0<em>digital transformation<\/em>\u00a0itu\u00a0<em>is a must<\/em>. Sudah satu keharusan dan tidak perlu ragu atau khawatir.\u201d<\/p>\n<p>Jika masih ada kebingungan dari mana harus memulai, Fanky menghimbau untuk mencoba berdiskusi dengan banyak orang. \u201cNanti kita ketemu di webinar atau pun expo-nya DTI. Banyak hal bisa digali. Banyak hal bisa didengar bersama dari para narasumber,\u201d jelas Fanky.<\/p>\n<p>Akhir kata, dengan melihat potensi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk dan jumlah tenaga muda yang sangat besar, maka APTIKNAS tidak akan berhenti bergerak dan melakukan berbagai sosialisasi, pengayaan, pendampingan mengenai transformasi digital.<\/p>\n<p>\u201cSemuanya ini mengarah, menuju, dan menyiapkan Indonesia maju yang kita cita-citakan dan targetkan bersama,\u201d tutup Fanky.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*) Digital Transformation Indonesia Conference &amp; Expo, atau DTI-CX, adalah sebuah kegiatan expo dan konferensi yang diinisiasi oleh PT AdHouse Clarion Events (ACE). DTI-CX bertujuan untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan, BUMN, dan pemerintah yang sedang mencari mitra teknologi untuk membantu dan menjalankan transformasi digital, baik dalam hal transformasi sumber daya manusia, transformasi bisnis, hingga transformasi data, dengan solusi yang paling sesuai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; \u201cKarena menurut saya sekarang ini, kalau tidak kita sendiri yang bergerak dan melakukan berbagai sosialisasi, pengayaan, pendampingan. Lalu siapa lagi?\u201d APTIKNAS, atau Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, melihat bahwa potensi Indonesia bertransformasi digital sangatlah besar. Pandangan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia salah satu negara yang diperhitungkan dalam kancah digital. Namun pertanyaannya, bagaimana caranya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3427,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-3425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3425"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3428,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3425\/revisions\/3428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eventcerdas.com\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}