Berita
Apakah masih untung jualan IT di e-commerce?

Apakah masih untung jualan IT di e-commerce?

Baru saja diketok keputusan untuk operator aplikasi ojek online hanya bisa mengambil keuntungan 8%, tidak terbayang bagaimana mensiasati itu, kalau tidak , mau tidak mau harus menaikkan harga layanan.

Kondisi e-commerce Indonesia untuk jualan barang IT saat ini masih besar dan potensial, tetapi sudah masuk fase yang jauh lebih kompetitif dan “tidak semudah dulu”. Dibandingkan dengan era kebangkitan awal di 2015-2020.

Untuk kategori barang IT (networking, monitoring, server, accessories, cyber security appliance, mini PC, CCTV, smart device, dll), market tetap tumbuh karena transformasi digital perusahaan dan UMKM masih berjalan. Namun pola bisnisnya berubah.

Beberapa poin penting yang harus dicermati:

Market masih sangat besar.

Indonesia tetap menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan didorong oleh mobile-first user, digital payment, dan social commerce.

Kategori elektronik & gadget masih termasuk kategori transaksi terbesar di marketplace Indonesia. Platform utama tetap didominasi oleh

  • Tokopedia
  • Shopee
  • Blibli
  • Bukalapak
  • TikTok Shop mulai kembali agresif melalui social commerce.

Apa yang berubah ?

Yang berubah drastis: margin makin tipis. Kalau dulu: upload produk, kasih harga murah, tinggal tunggu order… sekarang sudah tidak cukup.

Untuk jualan IT, tantangan terbesar sekarang: Perang harga ekstrem

Banyak seller:

  • import langsung
  • dropship
  • tanpa stok
  • main volume

Akibatnya:

  • margin hardware tipis
  • distributor resmi sering kalah harga dengan seller informal
  • customer hanya lihat “harga termurah”

Ini terutama terasa di:

  • aksesoris networking
  • CCTV entry level
  • router SOHO
  • mini PC
  • kabel
  • storage consumer

Marketplace makin “iklan-driven”

Sekarang marketplace bukan hanya soal listing produk. Seller harus:

  • pasang ads
  • optimasi keyword
  • live streaming
  • affiliate
  • video pendek
  • campaign 11.11 / 12.12

Kalau tidak: produk tenggelam.

Customer makin sensitif soal trust

Market Indonesia mulai bergeser dari “murah” menjadi:

  • original atau tidak?
  • ada after-sales?
  • ada support teknis?
  • ada garansi?
  • seller terpercaya?

Ini sangat penting untuk barang IT enterprise.

Kabar baiknya: barang IT B2B masih sangat potensial. Ini justru peluang terbesar untuk perusahaan IT B2B, Dan itu yang nanti Kita akan bahas ya.

Article content

APTIKNASTalk kembali hadir dengan topik yang semakin relevan di era transformasi digital! Mengangkat tema “Mall Aptiknas: Solusi Untuk Semua”, sesi ini akan membahas bagaimana sebuah ekosistem digital mampu menjadi pusat solusi terpadu bagi pelaku usaha, profesional IT, hingga masyarakat luas. Mall Aptiknas bukan sekadar platform, tetapi sebuah wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai kebutuhan teknologi dalam satu tempat mulai dari produk, layanan.

Ikuti pembahasannya pada :

Hari, Tanggal : Jum’at, 08 Mei 2026

Jam : 16.00 WIB

Platform : Online ZOOM

Bersama Narasumber :

Rizkita Bagus Perdhana, Business Development Mall Aptiknas

Moderator : Fanky Christian, Sekjen APTIKNAS

Registrasi segera di : https://s.id/mallaptiknas

#APTIKNAS #MALLAPTIKNAS

Leave a Reply