
Backup Data Jangan Dianggap Remeh

Menjelang pemberlakukan UU PDP di Oktober nanti, kembali saya mengingat satu hal dasar dalam dunia komputer, yaitu backup.
Backup data adalah proses untuk membuat salinan informasi yang disimpan di komputer, server, smartphone dan bahkan tablet. Ini bisa saja berupa dokumen, foto, email, address book, video, gambar, hingga sistem operasi dan file system.
Tujuan dari backup adalah menyediakan cadangan yang bisa saja ada di tempat komputer yang berbeda, di tempat yang berbeda, media yang berbeda, lokasi yang aman, tapi dengan mudah bisa diambil bila diperlukan.
Ada pendekatan 3-2-1 strategi backup, terdiri dari:
1. Tiga salinan data, termasuk data asal original data, dan dua duplikasi, untuk persiapan bila data rusak, atau hilang.
2. Dua tipe penyimpanan yang digunakan.
3. Satu duplikasi data disimpan jauh dari tempat data awal, untuk mitigasi terjadinya bencana atau rusaknya properti lokasi data awal.
Mengapa data bisa rusak atau hilang?
Jelas yang pertama adalah kesalahan manusia (human error), bisa saja komputer rusak mendadak karena manusia, bisa saja terhapus tidak sengaja.
Kedua, karena kesalahan media penyimpanan. Media disk paling rentan karena termakan usia. Tapi juga kita tahu media SSD pun juga bis rusak. Ketidakstabilan listrik bisa menyebabkan media tidak bisa dibaca, belum lagi karena kesalahan software atau file saat disimpan.
Ketiga, malware computer. Sekarang hampir 30 persen komputer terkena malware di seluruh dunia, tanpa sadar. Malware ini akan menghapus, merusak, melakukan enkripsi atas data, file kita, sehingga tidak bisa dibaca lagi.
Keempat, perangkat dicuri. Pencurian laptop, smartphone, tablet yang tinggi, sehingga data pun ikut terambil.
Kelima, bencana alam. Semakin banyak bencana alam terjadi, mulai dari petir yang menghancurkan server dan perangkat, a gempa bumi dan kebakaran.
Bagaimana data dibackup?
Saya masih ingat dulu bekerja di bank, semua backup harian masih menggunakan tape magnetik, yang sangat banyak. Dan selesai backup, harus dibawa ke tempat fisik yang berbeda, dan ini setiap hari.
Sekarang berbeda. Dimana kita simpan data kita?
Pertama, perangkat storage bergerak. Bisa saja di USB flash drive. Dulu disimpan di media CD DVD. Sekarang sudah banyak portable media SSD drive kapasitas tinggi. Maka bisa dibackup ke media tersebut.
Kedua, hard drive external. Ini juga banyak kapasitas hingga beberapa TB. Tapi karena portable, tentu besar kemungkinan hilang atau dicuri.
Ketiga, backup ke cloud. Dengan pilihan ini, data disimpan di cloud. Cloud mungkin saja kita tidak tahu ada dimana. Tapi dengan pengaturan Zona di cloud, maka kita bisa memilih yang di Jakarta, atau di negara Indonesia.
Keempat, disimpan di perangkat backup atau device backup. Ini bisa saja berupa server dengan kapasitas storage yang tinggi. Bisa saja Storage Area Network, atau Network Attached Storage.
Kapan data harus dibackup?
Ini menarik. Jawabnya tergantung kebutuhan. Bila data kita rasakan sangat penting, bisa saja kita backup tiap hari.
Informasi dalam smartphone kita sangat penting, bisa saja kita backup tiap hari.
File dalam server juga penting, maka dibackup tiap hari. Tapi ada data yang tidak harus dibackup, maka dilakukan backup per minggu, atau per bulan.
Backup sendiri juga ada yang realtime, atau disebut juga continous data protection, maka setiap saat terjadi perubahan, data akan dibackup otomatis. Ini sering disebut incremental backup.
Ada juga data yang hanya diperlukanĀ harus full backup, dan ini yang dilakukan perusahaan finansial. Maka proses full backup dilakukan untuk penyimpanan data transaksi.
Bila kita hanya memerlukan proses backup yang berbeda saja, maka dapat juga dilakukan, ini disebut dengan differential backup.
Mana diantaranya ketiganya yang tercepat?
Full Backup – backup paling lengkap, semuanya dibackup. Waktu yang diperlukan lebih lama. Permasalahannya adalah seringnya kekurangan storage. Itu sebabnya, banyak perusahaan melakukan full backup hanya di awal atau per bulan, sedangkan berikutnya harian dilakukan incremental atau differential backup.
Differential backupĀ – ini umumnya dilakukan setelah full backup. Jadi hari 1 lakukan full backup. Hari ke 2 lakukan differential backup. Hari ke 3 lakukan differential backup lagi. Jadi bila diperlukan restore, umumnya hanya diambil data full backup dan hari terakhir differential backup.
Incremental Backup – sama diawal tetap lakukan full backup, setelah itu lakukan incremental backup. Keuntungannya adalah fleksibilitas di storage, karena hanya menyimpan yang berubah, dan proses backup jauh lebih ringan.
Salah satu produk terbaik untuk backup dan disaster recovery sekarang ditangani oleh 521 Indonesia ( PT LIMA DUA SATU TEKNOLOGI INDONESIA ) yaitu BDRSuite dari Vembu. Perusahaan India yang berbasis di USA ini resmi menunjuk 521Indonesia sebagai distributor di Indonesia.
Yang menarik, tidak hanya backup onpremise tapi juga sampai backup to cloud, yang sekarang ini banyak dilakukan oleh perusahaan dan instansi.
Untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai produk ini dapat menghubungi 521 Indonesia (WA 08811543303 / partner@521indonesia.com).